Tuts keyboard laptop saya sepertinya sejak setahun belakangan sudah biasa dengan ketikan-ketikan yang panjang kemudian tiba-tiba berhenti di tombol backspace untuk waktu yang cukup lama, hingga di layar kembali menunjukkan kekosongan. Kosong, kembali lagi ke awal.

Kebiasaan ini muncul ketika masa-masa pusing nyari judul Tugas Akhir. Berbagai jenis ketikan judul diketik kemudian dihapus lagi. Sampai akhirnya nemu judul, penelitian, dan ketemu lagi dengan hal paling memusingkan di Tugas Akhir (read-pembahasan). Astaghfirullah sekali bingungnya saat berjumpa dengan pembahasan ini. Lebih bingung dari saat-saat di php-in gebetan Untungnya, Allah masih sangat sayang sehingga Saya bisa juga nyobain di Wisuda dan jadi Sarjana.

Tapi kali ini Saya bukan mau bahas lari dan terpelesetnya memperjuangkan gelar sarjana atau kondisi tombol backspace di keyboard laptop yang sering sekali kena tindih. Bukan..Bukan.. Saya cuma sekedar menceritakan keburukan di dunia tulis menulis. Seperti yang Saya bilang di awal kalimat, Saya terlalu sering mengetik sesuatu, kemudian Saya error dan kalap memencet tombol backspace hingga semua tulisan yang ditulis sebelumnya lenyap sudah. Kebiasaan ini yang bikin Saya malas lagi ngulang, malas lagi mikir, ujung-ujungnya dikerubungi malas-malas yang lain dan yang lain, dan yang lain, kemudian hening.

Iya, itu kosong. Itu SAYA setahunan kemaren…

Sekarang, Saya nggak mau lagi kayak gitu. Menuliskan hal ini di awal blog harus bikin Saya sadar kalau sewaktu-waktu hal ini akan menyerang lagi seperti ketika negara api menyerang (?). Ini adalah sebagai antisipasi awal. Semacam pelindung garis depan ketika perang. Biar gak langsung kena peluru musuh, nggak mati dijejali malas, nggak ambruk ditengah jalan atau apalah..Saya mulai bingung..

Sebelum saya mulai berniat memencet tombol backspace lagi, pilihan paling bagusnya saya akhiri dulu postingan ini.

Untuk diri Saya yang sekarang, Mari, Meracau [lagi] !

 

Advertisements