Tags

, ,

Pernah di saat-saat lagi sendiri, otak Saya mendadak mem-film-kan potongan-potongan gambar tentang masalalu. Berganti-ganti scene, seolah Saya benar-benar kembali ke masa itu. Saya jadi senyum-senyum sendiri ketika sadar. Tenaaaang, Saya masih waras dan belum gila. Saya cuma senyum karena ingat mereka. Mereka? Iyaaaaa.. Mereka.. Bukan merdeka loh ya..

Pikiran Saya terbang ke beberapa tahun lalu. Beralih ke depan sebuah auditorium mulai penuh sesak dengan remaja-remaja bermata polos yang kebingungan. Saya termasuk salah satu dari mereka. Yap! Itu adalah pagi sebelum mulai ESQ (salah satu tahapan jadi mahasiswa). Pertama kalinya, Saya ketemu salah satu dari mereka, perempuan muda berjilbab, berperawakan tinggi agak kurus, kulit sawo matang. Setelah kenalan Saya tahu kalau dia Dari aceh. Perempuan muda yang ternyata cuma numpang lahir di Aceh karna orang tuanya asli minang ini jadi salah satu dari mereka yang paling dekat sama Saya. Dia juga yang rela nungguin nggak balik ke Aceh walau udah wisuda, karena nge-usahain jadi notulen sidang Saya. *Kirim peluk ke Aceh*

Lagi, beberapa tahun yang lalu di sebuah beranda pada sudut salah satu gedung kuliah, ada Saya di antara mahasiswa angkatan pertama yang duduk melingkar dengan seragam kemeja kotak-kotak dan bawahan hitam. Saya dan mereka terlibat obrolan, kadang juga perdebatan, terhenti hanya ketika azan magrib terdengar. Kemudian Kami akan berjalan bersama, menuju gedung pusat kegiatan mahasiswa. Ini salah satu best moment bareng mereka. Berjalan kaki sambil terkadang meracau tak jelas karna habis berurusan dengan senior, saling melempar candaan dan berbagi obrolan yang sering nggak penting, berhenti di satu spot dimana Kami bisa dengan jelas menikmati cahaya kemerahan sisa terbenamnya matahari di kaki langit, dan ada ekspresi bahagia Saya dan Mereka ketika Kami bisa pulang dari kampus sebelum matahari hilang. *senyum lagi*

Lagi, lagi, dan lagi, Mereka memenuhi otak Saya. Lagi, lagi, dan lagi Saya dibuatnya tak berhenti tersenyum. Terus tersenyum.

๐Ÿ™‚

Tapi… Percayalah Semuanya…

Saya nggak gila.

SAYA CUMA KANGEN MEREKA!!

 

 

Advertisements