Tags

Dulu ketika masih anak-anak, Saya senang sekali kalau sudah berada di bulan berakhiran ‘ber’. Karena di bulan-bulan itu, Hujan akan turun hampir setiap hari dengan intensitas yang cukup lama. Hal yang lebih membahagiakan, kalau hujan nya turun ketika Saya akan berangkat sekolah. Alasan terbaik tanpa kebohongan untuk tidak sekolah. Hehe…

Bukan itu saja, Hujan yang turun ketika jam istirahat di sekolah akan jauh lebih membahagiakan ketika itu. Lari-larian di bawah hujan, tertawa di sela-sela hujan dengan bibir yang mulai memucat, dan suara riuh teriakan saya serta anak-anak seumuran yang mencoba menghindari lemparan tanah basah tercampur air hujan oleh salah satu anak yang juga seumuran kami jadi penanda bahwa pelajaran berikutnya adalah terus bermain hujan. Sederhana memang, tapi semakin ke sini Saya merasa, tak ada yang bisa mengalahkan rasa-rasa bahagia se-sempurna itu.

Meski sekarang, Saya tak mengurangi sedikitpun rasa bahagia ketika hujan turun, tapi ketika masih anak-anak dulu, Saya hanya perlu memikirkan menikmati bermain hujan sepuasnya tanpa campur tangan pemikiran-pemikiran lain.

Hari ini pun, di akhir-akhir bulan november, hujan lagi-lagi turun tanpa jeda dari pagi tadi. Saya bahagia. Tapi… banyak ketakutan dan keraguan yang merasuki pemikiran hari ini.

Tiba-tiba Saya ingin kembali, kembali menikmati bermain hujan saja. Cukup memikirkan hujan Saja.

Advertisements