Perihal Rindu

Tulisan ini hanya bagian tidak jelas yang tidak mendeskripsikan perihal rindu.

Jangan di baca!

Continue reading

Advertisements

Pesawat Mimpi

Aku percaya bahwa setiap orang adalah engineer dan pilot untuk mimpinya sendiri. Mimpi adalah pesawat berbagai macam bentuk yang diciptakan lalu diterbangkan sendiri oleh pemiliknya. Ada yang mendesain dengan sangat detail, menciptakan banyak pesawat lain jika percobaan penerbangan pertama tak berhasil, bahkan yang nekat terbang dengan resiko besar dan tingkat keamanan rendah pun ada. 

Aku juga percaya bahwa setiap pesawat punya arah dan tujuan masing-masing. Tak ada jalur yang ‘harus’ untuk semua pesawat. Radar dari Tuhan adalah bagian yang ikut campur menentukan arah dan tujuan pesawat Kita. Percayalah, radar dari Tuhan adalah petunjuk terhebat yang pernah ada.

Aku mengerti bahwa mimpi juga tak selamanya akan terbang. Ada satu waktu kita harus melandaskannya pada satu landasan. Mengistirahatkan sekaligus melakukan perbaikan untuk banyak hal yang telah dibuat. 

Tak ada pacuan dalam penerbangan. Tak masalah pesawat kita baru sampai dimana dan pesawat lain telah sampai mana. Kita hanya perlu menerbangkan dan menikmati setiap proses penerbangan mimpi kita. 

Jangan takut jatuh. Kepingan-kepingan pesawat yang pecah karena terjatuh memang sulit dibuat lagi, tapi selalu ada kemungkinan, kan. Juga masih akan terus ada kesempatan untuk membuat pesawat baru. Kesempatan itu ada bersama keinginan kuat Kita pada suatu tujuan. Ingat lah bahwa pesawat diterbangkan setelah punya tujuan, demikian juga pesawat mimpi Kita.

Jadi, selamat mendesain pesawat mimpi, Kawan!

Juga untuk seorang kawan yang sedang membelokan penerbangan mimpinya pada sebuah negara di timur asia sana. Tuhan mungkin telah menunjukkan Kamu dengan radarnya untuk menuju ke sana. Tujuan awal di negara Barat mungkin sedang dipersiapkan Tuhan untuk Kamu yang lebih baik. 

Selamat terbang, Kak Dilaaa…!

Ps: Catatan ini dibuat dengan sadar dan penuh rindu 😁

Waktu dan Jarak

Tags

, , , , ,

Beberapa bulan yang lalu, Saya mencoba menampakkan diri lagi di kampus setelah cukup lama memilih untuk meluluskan diri dari sana. Saya diketemukan dalam kecanggungan luar biasa menghadapi Kampus yang telah berbenah diri menuju wajah yang lebih baik. Yang paling bikin canggung sekaligus takut adalah jalan-jalan yang diperbanyak, sehingga angkot yang Saya naiki harus mutar kemana-mana dulu sebelum sampai di Jurusan Saya yang notabenenya berada di lokasi paling atas, takut abang supir angkotnya lelah dan tega menurunkan Saya di tengah jalan. *halah*

Continue reading

Di Atas Langit

Apa kita dapat benar-benar melihat apa yang ada di atas langit?

Apa di atas langit memang benar ada langit lagi?

Yang mata Saya dapat lihat, cuma warna biru muda dan putih ketika ada awan di langit ketika siang hari,

Yang mata Saya tangkap cuma warna keabu-abuan, degradasi gelap dan pucat ketika malam hari,

Tapi,

Saya terus ingin bertanya pada bagian langit mana mimpi Saya terpatri,

Pada bagian langit mana mimpi Mereka tertancap,

Kemudian,

Di atas langit bagian mana doa-doa Saya bergaung menuju Tuhan?

 

Bandung,

Agustus 2016

 

Sepotong Sederhana

Tags

, , , ,

Aku tak mau mengirimkan sepotong senja ke Kamu,
maka biarkanlah sepotong bentuk hati ini sebagai penggantinya.
Ini memang tak seperti sepotong senja dengan angin, debur ombak, matahari terbenam dan cahaya keemasannya, 
Aku cuma membersamainya dengan ketanpa-warnaan, biar sederhana.
Karena yang Aku tau perasaan yang hebat ini, adalah simpul yang jika diuraikan terdiri dari bagian-bagian yang sangat sederhana. 
Kamu mau yang lebih sederhana lagi?
Sisihkan sebentar waktumu, 
akan ku bawa Kamu pada senja yang lebih indah tanpa harus terpotong. 
Kamu hanya harus mendengarkan baik-baik cerita sederhana senja tentang sepotong bentuk hati yang ku kirimkan ini, 
Lalu, Aku akan membisikkanmu sebuah permintaan sederhana,
“Ayo, tetap saling menyederhanakan hati hingga selalu tersimpul kuat!”

Pertemuan itu mengenai waktu yang sengaja diluangkan, yang diusahakan agar bisa ada. Karena berarti bukan sekedar pengucapan, tapi pelafalan lewat perbuatan.

Terima kasih untuk waktunya, Tuan! Semoga tak pernah berhenti untuk saling mengusahakan.

View on Path

Tulisan Telat

Seharusnya tulisan ini telah dibuat pada akhir tahun lalu. Dimana semestinya ini diposting ketika si pembacanya (mengacu pada objek utama dalam tulisan ini) sedang diliputi kegembiraan yang mengharu merah muda, bercampur aduk dengan beratus-ratus atau lebih perasaan belum bernama lainnya. Sebagai penebus ketelatan yang cukup keterlaluan ini, mari Kita anggap saja tulisan ini sebagai sesuatu yang manis yang sengaja dikecap belakangan, semacam kulit ayam KF* yang sengaja kita makan paling akhir biar kenikmatannya berlipat-lipat. Anyway, kulit ayam ini bukan ditujukan menggantikan kata manis ya, tapi menggantikan kata sesuatu, biar jelas yang dimaksudkan kalau tulisan ini kesannya emang sengaja ditulis belakangan biar manisnya jadi berpangkat-pangkat. 😄
Continue reading