Senja

Tags

, , ,

Sesekali Aku ingin mengobrol lebih lama dengan senja

Bercengkrama layaknya teman yang sengaja saling sua

Akan kubagi cerita

tentang pertengkaranku dengan pagi berebut asa

tentang siang yang kadang membuatku mati rasa

Akan ku ajak kamu berdiskusi tentang jingga

Mempertanyakan banyak hal tentang kenapa dan bagaimana

Membahas bahasan aneh seperti kenapa ikan tidak bisa berenang di udara

Meskipun udara dan air sama-sama fluida

Tapi siapa yang mau bicara dengan senja

kecuali Aku yang mungkin Mereka pikir gila

Itu karena Mereka cuma belum mendengar senja bersuara

Jika sudah, Pasti juga ikut gila.

Aku gila

memang! pada merdunya alur dongeng kemerahan senja.

Ah, Malam, bisa tolong datangnya ditunda saja?

 

 

Advertisements

Peduli: Racauan Sesal yang Romantis

Tags

, , , ,

Sebagai orang yang kadar ketidakpedulian agak berlebih, Saya sering tiba-tiba ada di momen yang membuat Saya jadi mempertanyakan kualitas diri sendiri. Berlanjut dengan pertanyaan-pertanyaan lain, tapi berujung terpental entah kemana saat otak Saya terdistraksi oleh hal lain yang dianggapnya lebih menarik.  Beberapa momen ada yang terselamatkan di coretan Saya. Sayangnya beberapa coretan sering ikut lenyap akibat ditempatkan cuma di kertas yang tak jelas yang sering disalah lihat sebagai sampah. Tragis.

Continue reading

Akhir Bagian Terbaik

Aku percaya, bahwa hidup akan terdiri dari babak demi babak yang Kita lalui bersama waktu. Terkadang pada satu babak Kita merasa bahwa dunia di genggaman Kita, terlalu banyak bahagia hingga bisa saja ada yang Kita lewatkan tanpa menyadarinya. Terkadang lagi pada babak berikutnya Kita diguncang dengan kerikil-kerikil yang mungkin bisa saja membuat Kita terguling dan berada pada titik terbawah dalam hidup. Tapi hidup memang begitu, kan? Akan terlalu monoton jika hidup Kita selalu baik-baik saja. Bahkan yang Kita lihat baik-baik Saja oleh waktu bisa terbalik menjadi sangat tidak baik tanpa Kita duga.

Continue reading

Pesawat Mimpi

Aku percaya bahwa setiap orang adalah engineer dan pilot untuk mimpinya sendiri. Mimpi adalah pesawat berbagai macam bentuk yang diciptakan lalu diterbangkan sendiri oleh pemiliknya. Ada yang mendesain dengan sangat detail, menciptakan banyak pesawat lain jika percobaan penerbangan pertama tak berhasil, bahkan yang nekat terbang dengan resiko besar dan tingkat keamanan rendah pun ada. 

Aku juga percaya bahwa setiap pesawat punya arah dan tujuan masing-masing. Tak ada jalur yang ‘harus’ untuk semua pesawat. Radar dari Tuhan adalah bagian yang ikut campur menentukan arah dan tujuan pesawat Kita. Percayalah, radar dari Tuhan adalah petunjuk terhebat yang pernah ada.

Aku mengerti bahwa mimpi juga tak selamanya akan terbang. Ada satu waktu kita harus melandaskannya pada satu landasan. Mengistirahatkan sekaligus melakukan perbaikan untuk banyak hal yang telah dibuat. 

Tak ada pacuan dalam penerbangan. Tak masalah pesawat kita baru sampai dimana dan pesawat lain telah sampai mana. Kita hanya perlu menerbangkan dan menikmati setiap proses penerbangan mimpi kita. 

Jangan takut jatuh. Kepingan-kepingan pesawat yang pecah karena terjatuh memang sulit dibuat lagi, tapi selalu ada kemungkinan, kan. Juga masih akan terus ada kesempatan untuk membuat pesawat baru. Kesempatan itu ada bersama keinginan kuat Kita pada suatu tujuan. Ingat lah bahwa pesawat diterbangkan setelah punya tujuan, demikian juga pesawat mimpi Kita.

Jadi, selamat mendesain pesawat mimpi, Kawan!

Juga untuk seorang kawan yang sedang membelokan penerbangan mimpinya pada sebuah negara di timur asia sana. Tuhan mungkin telah menunjukkan Kamu dengan radarnya untuk menuju ke sana. Tujuan awal di negara Barat mungkin sedang dipersiapkan Tuhan untuk Kamu yang lebih baik. 

Selamat terbang, Kak Dilaaa…!

Ps: Catatan ini dibuat dengan sadar dan penuh rindu 😁

Waktu dan Jarak

Tags

, , , , ,

Beberapa bulan yang lalu, Saya mencoba menampakkan diri lagi di kampus setelah cukup lama memilih untuk meluluskan diri dari sana. Saya diketemukan dalam kecanggungan luar biasa menghadapi Kampus yang telah berbenah diri menuju wajah yang lebih baik. Yang paling bikin canggung sekaligus takut adalah jalan-jalan yang diperbanyak, sehingga angkot yang Saya naiki harus mutar kemana-mana dulu sebelum sampai di Jurusan Saya yang notabenenya berada di lokasi paling atas, takut abang supir angkotnya lelah dan tega menurunkan Saya di tengah jalan. *halah*

Continue reading

Di Atas Langit

Apa kita dapat benar-benar melihat apa yang ada di atas langit?

Apa di atas langit memang benar ada langit lagi?

Yang mata Saya dapat lihat, cuma warna biru muda dan putih ketika ada awan di langit ketika siang hari,

Yang mata Saya tangkap cuma warna keabu-abuan, degradasi gelap dan pucat ketika malam hari,

Tapi,

Saya terus ingin bertanya pada bagian langit mana mimpi Saya terpatri,

Pada bagian langit mana mimpi Mereka tertancap,

Kemudian,

Di atas langit bagian mana doa-doa Saya bergaung menuju Tuhan?

 

Bandung,

Agustus 2016

 

Sepotong Sederhana

Tags

, , , ,

Aku tak mau mengirimkan sepotong senja ke Kamu,
maka biarkanlah sepotong bentuk hati ini sebagai penggantinya.
Ini memang tak seperti sepotong senja dengan angin, debur ombak, matahari terbenam dan cahaya keemasannya, 
Aku cuma membersamainya dengan ketanpa-warnaan, biar sederhana.
Karena yang Aku tau perasaan yang hebat ini, adalah simpul yang jika diuraikan terdiri dari bagian-bagian yang sangat sederhana. 
Kamu mau yang lebih sederhana lagi?
Sisihkan sebentar waktumu, 
akan ku bawa Kamu pada senja yang lebih indah tanpa harus terpotong. 
Kamu hanya harus mendengarkan baik-baik cerita sederhana senja tentang sepotong bentuk hati yang ku kirimkan ini, 
Lalu, Aku akan membisikkanmu sebuah permintaan sederhana,
“Ayo, tetap saling menyederhanakan hati hingga selalu tersimpul kuat!”